JAKARTA – Keamanan siber maritime menjadi salah satu prioritas bagi seluruh stakeholder di dalamnya. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang klasifikasi kapal memiliki peran vital atas keselamatan angkutan moda laut berbendera Indonesia.

Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Rudiyanto, dalam gelaran Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021 yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Indonesian  National  Shipowners’  Association  (DPP  INSA) secara daring menyampaikan tentang Maritime Cyber Security.

Acara yang mengusung tema “Digitalisasi, Teknologi dan Inovasi di Sektor Maritim” ini bertujuan untuk mendapat gambaran dari pemerintah dan seluruh stakholder mengenai kebijakan maupun upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peran digitalisasi untuk penguatan ekonomi maritim, dan kondisi industri maritim di masa depan.

Rudiyanto menyampaikan bahwa terdapat kerentanan yang bisa terjadi di atas kapal, seperti Bridge systems, Cargo handling and management systems, Propulsion and machinery management and power control systems, Access control systems, Passenger servicing and management systems, Administrative and crew welfare systems, dan Communication systems.

“Hal-hal tersebut bisa dicegah dengan mengimplementasikan prosedur pencegahan dan penanganan terhadap resiko pada system jaringan maya (cyber) seperti Identifikasi tugas dan tanggung jawab personil terkait penanganan cyber, langkah–langkah pengendalian resiko, deteksi aktifitas jaringan maya, prosedur respon terhadap ancaman maya dan prosedur memulihkan ancaman kepada keadaan semula”,ucapnya.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penyelenggaraan VEMI 2021 merupakan kolaborasi antara INSA dengan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO).

“Pameran ini unik karena dilakukan secara virtual dan mungkin ini pameran maritime pertama di Indonesia yang dilaksanakan secara virtual,” kata Carmelita.

Di era revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi, dan implementasi ecosystem logistik nasional, industri maritim mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan cara memanfaatkan  teknologi  informasi  serta  mengubah  pola  pikir  dan  cara kerja  di sektor maritim.

“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di industri maritim diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi di sektor maritim,” ungkapnya.

Di masa pandemi ini, sambung Carmelita, memaksa kebutuhan akan koneksi internet yang memadai menjadi semakin penting agar kegiatan bisnis dapat terus berjalan.(logistiknews.id-admin).

 

Menurutnya, penerapan teknologi di sektor maritim khususnya di atas kapal saat ini masih tergolong minim. Salah satu alasan adalah jaringan internet yang mahal dan bandwidth yang terbatas dikarenakan kapal berada ratusan atau ribuan mil dari daratan terdekat dimana konektivitas jaringan internet harus disediakan melalui satelit.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi keynote speaker di acara ini. Menghadirkan pula berbagai narasumber, di antaranya Kementerian Perhubungan; Kementerian Perindustrian; Kementerian Komunikasi dan Informatika; Kadin Indonesia; PT Biro Klasifikasi Indonesia; INSA; ABUPI; IPERINDO; PT Bank Mandiri.

VEMI 2021 ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari kementerian, asosiasi, pelayaran, badan usaha pelabuhan, perusahaan galangan kapal, konsultan, ship agency, ship suppliers, surveyor, akademisi, dll.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *